Jumat, 10 Oktober 2014

Aku hamil! Tapii...

Menunggu waktu yang tepat untuk bercerita. Sesuai dengan keinginan; akan cerita kalo urusannya sudah selesai..

Dan Rabu lalu, semuanya sah sudah selesai..

---

Apakah aku hamil?

Awal September, haid belum muncul juga. Duh, jadi harap-harap cemas deh. Ada cerita tentang H2C ini di sini. Semenjak ketahuan telat, tiap hari aku tespek. Negatif. Huhuhu.. Kenapa sih??

Selasa 2 September, sudah telat 2 hari. Kami ngapelin dokter Rahayu. Cuma dikasih tau ada penebalan dinding rahim. Dikasih Folavit 1000ug karena ketauan sudah telat. H2C berlanjut. Tespek masih berlanjut, dan masih negatif.

Akhirnya curhat sama Frida. Temenku ini udah jadi temen curhat "intensif" semenjak persiapan mau nikah, dan dia udah positif hamil duluan. Katanya, dia juga baru ketauan positif setelah seminggu telat. Ah, jadi ngarep kan.. Mudah-mudahan positif!
----

Aku HAMIL!! :'D

Senin 8 September tespek lagi. Dua garis!! Alhamdulillah.. Eh tapi garisnya masih tipis.. Kasih tau Mr S-nya ntar aja deh klo udah lebih tebal garisnya. Tapi gak tahan untuk senyum-senyum terus :)

Selasa 9 September akhirnya cerita ke Mr S. Dia shock! Tapi sueneeeeeng buangetttt... Sampe berkaca-kaca matanya. Mr S sujud syukur. Mulai hari itu aku punya partner senyum-senyum :) Cihuyy!! Akhirya setelah 6 bulan menikah.... :) :) :)

Lalu kami berdiskusi mengenai kan berobat ke siapa; apakah lanjut dengan dr Ayu, atau mau pindah ke dr Ita di RS Haji sesuai rekomendasi teman-teman, atau kah mau di tempat lain? Akhirnya diputuskan ke dr Ita saja.

Sabtu, 13 September, dengan maksud mendaftarkan diri menjadi pasien di RS Haji, kami ke sana. Mau sekalian bikin appointment dg dr Ita. Sayangnya ternyata beliau sedang cuti. Baru kembali tgl 18 September.

Tanggung, sudah terlanjur keluar rumah dan terlanjur penasaran pengen tau kondisi kehamilan, kami belok ke RSIA Karunia Kasih yang lokasinya deket banget sama rumah. Daftar sebentar lalu ikut mengantri dengan pasien dr Widi yang lainnya. Ketika giliran kami masuk, dr Widi melakukan USG. Bener-bener dag dig dug. Dannn langsung merasa hopelessss saat dr Widi bilang "kantong kehamilannya belum nampak kok. Iya bener nih ada kista".

Duh, yang pengen diliat belum nampak, eh malah si kista itu.. dr Widi berarti satu pendapat dengan dr Rahayu. 1 atau 2 minggu lagi kami diminta kembali ke sana untuk USG transvaginal.

Tapi kami malah ke dr Ita.

Senin 22 September kami mengunjungi dr Ita di RS Haji. Dateng jam setengah delapan, baru diperiksa jam setengah satu boook... Tapi kami pikir ya tak mengapa lah.. Mudah-mudahan hasilnya menyenangkan.

Tetapi oh tetapi... Kantung kehamilan belum juga nampak! dr Ita bilang bahwa instead of ada kantong kehamilan, di dalam rahim nampak massa yag tepinya irreguler. dr Ita khawatir itu adalah kehamilan anggur! Jlgerrrrr!! Apalagi ini?? Maka kami pulang dengan membawa status sebagai "suspect kehamilan mola hidatidosa"

Sampe rumah aku browsing ttg mola itu. Maasya allah.. Serem betul ceritanya. Repot betul sepertinya.. Mola harus disingkirkan (kuret kalo gak salah). Dan harus benar-benar bersih karena klo gak dapat berkembang menjadi kanker. Pasca penyingkiran mola itu pun harus benar2 deteksi beta-HCG terus sampe 0, baru boleh hamil lagi. Dan itu bisa memakan waktu hinga berbulan-bulan kalo kata cerita yg aku dapat di dunmay. Rasanya dunia udah setengah runtuh..

Tapi aku masih boleh optimis. Segala gejala org yg mengalami mola tidak aku alami. Gejala seperti mual muntah yang berat dsb tidak ada di aku. Malah aku cenderung ga ada keluhan. Sempet penasaran, klo gak ada keluhan mungkin gak ya itu kehamilan abnormal? Browsing lagi, kali ini tentang Blighted Ovum (BO) dan ectopic pregnancy. Malah makin takuuuut... >.<

Ya sudah lah berdoa saja.. Semoga takdir baik...
-----

FLEK!

Kamis, 25 September aku libur; gak ada kelas dan gak ada urusan di kampus. Aku main ke tempat kerja temanku, mengambil titipan ekstrak timun laut yang aku pesan. Aku naik angkot, karena semenjadi "divonis" hamil aku ga boleh bawa motor. Sekitar satu jam aku ngobrol sama temenku itu. Pulangnya aku mampir Plaza Pondok Gede karena mau cari kado buat temen yang baru melahirkan. Begitu dapat kadonya, aku sempet muter-muter sebentar lihat-lihat gamis. Tapi trus pulang karena lapar dan belum solat dzuhur.

Sesampainya di rumah aku pipis sebelum wudhu untuk solat.

Deg!! Apa ini? Kok ada berkas pink di celana dalamku?? Ya Allah.. ini flek??

Aku SMS Mr S untuk segera pulang kalo sudah selesai mengajar. Sambil menunggunya pulan aku berbaring terus di kasur. Terlalu takut untuk turun dari kasur. Apalagi pipis, takut lihat flek itu lagi.

Mr S pulang selepas ashr. Perutku terasa kram, tapi masih pada level yang bisa aku tahan. Pun begitu, kami sepakat akan ke tempat prakter dr Ita di rumahnya. Mr S menyuruhku solat ashr dulu. Ketika pipis sebelum wudhu, di tanganku menempel seberkas darah... Aku panik. Aku teriak panggil Mr S, "Maas... Maaasss...". Di kamar mandi itu aku menangis di pelukannya. Berulang kali aku bilang "aku takuut..". Luar biasa sedihnya aku. Mr S juga terlihat sedih namun tidak sampai menangis.

Selesai solat ashr kami keluar bermaksud akan ke dr Ita. Harapan untuk gak papasan sama mama kandas, karena ternyata mama sedang di depan kamarku. Akhirnya mau ga mau kami cerita kami akan ke dr Ita karena aku flek. Wajah mama langsung pucat. Ada perasaan bersalah juga tuh bikin mama panik.

Sampe di rumah dr Ita ternyata beliau sedang tidak praktek. Duh! Sementara kram perut terus berasa. Akhirnya kami ke RS Hermina  Galaxy. Setelah telpon ke bagian pendaftaran kami dapat info bahwa yang akan paktek sebentar lg adalah dr Zakia. Ya sudah lah, aku mendaftar saja.

Di dr Zakia memasukkan alat, entah apa namanya. Setelah itu beliau mengintip ke vaginaku dan berkata "Ini darahnya banyak sekali". Rabbiii.... aku ga bisa ngomong apa-apa. Cuma pengen nangis... Tapi masih aku tahan. Aku berusaha tegar.

Saat dilakukan USG transvaginal dr Zakia bilang di rahimku kosong, tdk ada kantung kehamilan. Kista, seperti yang sebelumnya jg ditemukan oleh dr Rahayu dan dr Ita juga nampak saat dr Zakia observasi. Baru aku akan beranjak bangun, dr Zakia bilang "coba dilihat melalui USG abdominal, saya curiga sesuatu". Duh!! Apalagiiii...?? T_T

Dari USG abdominal plus USG transvaginal sebelumnya, dokter zakia curiga bahwa aku mengalami ectopic pregnancy... jadi kemungkinan janinku menempelnya bukan di dinding rahim, melainkan di tempat lain. Di kasusku diduga janin menempel di cornu-nya rahim. Cornu adalah bagian atas rahim, sebelum berbelok ke tuba falopi alias saluran telur.

Mendengar bahwa kehamilan bukan terjadi di tuba falopi aku agak sedikit legapada mulanya. Kupikir aku gak akan kehilangan tuba-ku, seperti yang dialami orang-orang dgn kehamilan ectopic lainnya. Tapi penjelasan dr Zakia bikin aku merasa langit sudah setengah runtuh! Operasi pengangkatan janin di Cornu akan sulit untuk menyelamatkan tuba-ku. Artinya tuba falopiku tetap akan diangkat satu. Tangisku sudah hampir pecah saat itu juga. Ya Allah.. kehilangan satu tuba saat belum pernah hamil?? Aku kehilangan 50% peluangku untuk hamil??!! Astaghfirullah....

dr Zakia kemudian merujuk aku ke koleganya di RS Hermina Bekasi. Katanya dokter tersebut lebih jago dalam membaca USG. Sekalian supaya aku mendapat second opinion.
----

ABORTUS INSIPIEN :(

Jumat 26 September, darah masih terus keluar. Udah kaya orang lagi mens aja. Hari itu kami ke dr Yuditia, dokter rekomendasi dari dr Zakia. Pasien beliau banyak.. aku dapat no antrian 25.

Ibuku yang kebetulan ikut mengantar, dan Mr Sigit, ikut masuk ke dalam. Kami semua disalami oleh dr Yudit sambil beliau memperkenalkan diri. Setelah bercerita dan dr Yudit membaca pengantar dari dr Zakia, aku di USG transvaginal. dr Yudit ini pembawaannya kalem dan tenang.Setelah beberapa saat menelusuri bagian dalam tubuhku itu dengan menggunakan USG, beliau kemudian berkata
"Di cornu bersih.. tidak ada kehamilan.. di tuba bersih.. tapi di rahim juga gak ada apa-apa.."
Entah aku mau senang atau sedih saat mendengarnya.

Pause bebeapa saat. Lalu dr Yudit bilang "Oh, ini sisa janinnya sudah di cervix, tinggal turun aja"

Aku menerima info tersebut dengan perasaan campur aduk, yang anehnya di dominansi oleh perasaan lega. Iya aku sedih karena kehamilanku tidak berjalan lancar. Aku sedih karena mengalami keguguran. Tapi aku lega setidaknya ini bukan mola, seperti yang dr Ita bilang. Dan aku pun ga harus operasi, seperti yang dr Zakia katakan.

Oh ya, perlu diluruskan bahwa aku tidak menganggap bahwa dokter-dokter itu tidak kompeten. Tapi yang mereka lihat saat itu yaa begitu. Aku juga gak ngerti kenapa pendapatnya beda-beda. Tapi aku percaya bahwa mereka berkata berdasarkan ilmu yang mereka miliki.

dr Yudit kemudian membuat catatan untuk dr Zakia. Di situ tertulis bahwa aku mengalami "abortus insipien". Aku diminta kembali ke dr Zakia. Katanya kemungkinan dr Zakia akan meresepkan obat peluruh.

Langsung malam itu juga kami ke Hermina Galaxy. Saat aku datang pasien dr Zakia sudah habis, jd dokter zakia benar-benar tinggal menunggu aku saja. Benar kata dr Yudit, aku diesepkan obat peluruh dan suplemen zat besi.

Lalu aku pulang dengan perasaan lega. Aku putuskan hanya perasaan itu saja yang mau aku miliki saat itu. Iya aku sedih, tapi setidaknya kesedihanku tidak bertambah dengan harus menjalani operasi. Tidak juga dengan mola yang kemungkinan belum bersih terangkat dari rahimku. Apalagi, alhamdulillah, aku tidak harus kehilangan tuba falopi-ku... Bagiku, itu sudah terlalu banyak alasan untuk bersyukur..
----


Rabu, 8 Oktober adalah hari Rabu yang aku maksud di intro posting ini tadi. Pendarahan sudah berhenti sejak 4 hari lalu. Aku sudah ikut solat idul adha, hari minggunya.

Hari itu kami kembali ke dr Yudit, untuk memastikan kondisiku. Alhamdulillah gak pake nunggu lama, aku bisa masuk ke ruangan dr Yudit. Seperti biasa beliau dengan ramah mengajak salaman terlebih dahulu. Lanjut dengan USG, yang bener-bener bikin aku cemas.. Penasaran betul aku sama hasilnya.. Berharap bahwa aku telah recovery. Dan alhamdulillah dr Yudit bilang "sudah bersih kok.. rahimnya sudah kembali seperti semula"..

Alhamdulillah Yaa Rabbanaa... Kusyukuri nikmatmu ini. Nikmat yang luar biasa efeknya.. Terasa segala ketegangan di leher sudah sirna.. Aku masih sedih atas kehilanganku. Tapi aku tahu kondisiku ini jauh lebih baik untuk disyukuri dibandingkan disesali.

dr Yudit juga menyarankan untuk segera "isi" lagi. Ooo tentu itu juga yang kami harapkan, dok. Maka beliau meresepkan folavit 1000ug dan suplemen antioksidan, untuk dikonsumsi selasa satu bulan.
----

Rabbi habli minladunka dzurriyyatan thoyyibah, innaka sami'uddu'aa....
Doakan kami, temans :)