Kamis, 26 Mei 2016

Cuma manusia biasa

Hmm...
Sedang merasa berada di posisi yang gak enak. Merasa sudah berusaha menjadi orang yang baik namun masih ada aja orang-orang yg melempar sinyal kebencian. Yah ga seekstrim hatersnya Marshanda atau Syahrini sih, hehehhe.

Jadi membatin, apa yang salah? Pernah kah gw merugikan atau menyakiti mereka? Kudu introspeksi sedalam-dalamnya nih... Hmm...

Sebenernya cuma pengin hidup yang singkat ini dilalui dgn kebaikan. Ga mau punya masalah dgn siapapun. Wajar kan ya?

Tapi ya sudahlah. Kalo dipikir-pikir lagi, gw jg punya beberapa orang dlm lingkaran gw yg gak gw suka. Dan masih berusaha keras utk gak suka pada sikapnya aja, bukan pada orangnya.

Jadi, wajar juga ya kalo ada orang yang ga suka sama gue? Hehehe

Tapi kembali lagi, kalo pas lagi sensitif ni hati, trus merasa diberi sorot pandang kebencian, atau diacuhkan, atau apa lah yg mengindikasikan pada ketidaksukaan, agak-agak kebawa pikiran juga jadinya. Lemah banget ya gue. Hehehe

Ya sudah lah. Cuma Allah yang bisa membolak-balikkan hati. Lah kita mah apa atuh? Tetep berusaha aja untuk menjadi orang yang baik.

Kan masih ada orang-orang yg cinta sama kita. Buat apa sih mikirin yang ga suka sama kita?

Hehehe

Rabu, 25 Mei 2016

Selamat Pagiiiiii

Hai hai selamat pagiii...
Jam di laptop menunjukkan pukul 06.08 pagi.
Salam hangat dari gueyang udah mendarat di sekolah sejak 5:49 tadi.

Wuihhh...

Sungguh ini adalah suatu PRESTASI!!

Tiba-tiba jadi merasa hebat gitu deh bisa mendarat mulus di sekolah sepagi ini. Muahahaha

Gue jadi bisa mengamati kegiatan OB di sekolah dengan sangat seksama. Biasanya kan terburu-buru menuju kelas atau lab jadi boro-boro merhatiin mereka deh.

Gue juga jadi bisa mengamati bahwa ada juga ya anak (murid) gue yang jam 6 begini udah ada yang nyangking tas dan berjalan riang gembira menuju kelas. Bukan apa-apa, gue ni termasuk guru yang suka gregetan sama anak-anak yang telat masuk kelas. Apalagi kalo duluan gurunya ada di kelas. Sebab.. INI KAN SEKOLAH BERASRAMA!

Jadi, itu anak kudunya ga ada alasan buat telat donk. Doi gak kena macet, gak nungguin angkot, apalagi nyambung-nyambung angkot. Sementara kita-kita yang guru, bangun pagi-pagi, mandi, dandan cantik, tarik napas dalam, lalu berjibaku dengan macetnya ibukota demi bisa sampe di sekolah paling telat 6:30!

Maka, gak wajar donk kalo ada anak yang telat. Agree?

Well, ngomong-ngomong soal menerabas kemacetan, gue baru ngeh kalo berangkat 5:30 dari rumah maka perjuangan untuk bersabar atas kesmerawutan jalanan yang gue lalui bakal lebih besar. Pondok Gede, meeeen!! Itu pasar ya, udah disediain tempat berjualan di dalam pasar. Masih lah ada pasar tumpah dan itu tumpahnya semrawut! Ada tuh ya yang jualan di sisi jalan raya sampe 3 shaff!! Bayangin aja deh ndiri itu lebar sisi jalan yang kepake. Itu baru di sisi kiri, di sisi kanan ada lagi buuu... Ditambah banyaknya gerobak sayur yang berjejer mengisi muatan mereka. Gak satu dua itu mah, belasan mungkin. Tambah sempit kan itu jalanan? Udah gitu, itu jalanan kan sudah dibuat satu arah. Namun pada prakteknya, itu buanyak buanget  yang ngelawan arus. Dari sepeda, motor, bahkan becak, dan tentu saja itu gerobak-gerobak sayur. Di jalanan yang super padat itu, dan kondisi kanan-kiri yang semrawut, serta berkali-kali papasan sama pada pengguna jalan yang melawan arus, tanpa adanya polisi atau petugas berwenang yang menertibkan, saya jadi merasa berada di tempat yang TIDAK PUNYA PEMERINTAHAN!

Sorry to say. But that's exactly what I feel.

Mau tau yang lebih miris? Itu pasar lokasinya teramat sangat amat dekat dengan polsek, kantor kelurahan, dan kantor kecamatan. Entah mereka tutup mata atau dapet upeti atau bagaimana. Nah kan jadi suusdzon gue. Heuuuh...

Ya sudah lah. Cuma bisa berusaha untuk berbuat baik dari diri sendiri, mengajak keluarga berbuat baik, dan orang-orang sekitar. Sisanya, mari berdoa semoga negeri kita tercinta ini menjadi lebih aman nyaman untuk semua warganya. Aamiiiiiin....

Selamat pagi dan selamat beraktifitas :)

Senin, 23 Mei 2016

A New Experience for Me :)

Yakin aja bahwa Allah ga akan menguji hambaNya melebihi kemampuan si hamba tersebut.
Keyakinan itu pula yang bikin saya PD aja ketika diberi pekerjaan baru di sekolah: ngurusin ujian Cambridge a.k.a Exam Officer.

Well, secara hitam di atas putih, sebenernya saya itu "cuma" dapet jatah menjadi CIE (Cambridge International Examination) Direct Administrator. Alias orang yang punya akses untuk ngurusin pendaftaran peserta ujian. Sementara exam officernya adalah Pak Jae. But he's kinda very busy with the other things; jadi wakasek kurikulum (di sekolah yang menggunakan 3 kurikulum begini, pasti dia banyak pusingnya. hehehe), ngurusin pelatihan OSN untuk kontingen Jakarta, dll dsb.
Di sekolah lain, biasanya, exam officer dan CIE direct administrator itu adalah orang yang sama. Tapi tidak untuk sekolah kami ini. Pastinya sih Ibu Kepsek punya pertimbangan lain yaa...

Masalahnya adalah saya belum pernah ikut training exam officer. Sebenernya beberapa pekan sebelum diberi kerjaan exam officer ini, ada conference (mungkin training juga) untuk exam officers. Saya tau dari temen baik saya, Ms Wiwik tercintah, yang juga jadi eo di sekolah lain. Bahkan ketika saya cerita tentang kerjaan baru ini, dia bilang "Yah, Di, kalo gitu kenapa ga ikutan conference yang kemarin?!" Yahhh... Manakutauuuu...

Jadi, berjalan lah yang harus berjalan. Saya mengandalkan kemampuan yang sudah diasah semenjak saya TK: membaca. Toh ada handbook. Ada temen tempat bertanya ini dan itu. Dan ada tim Admin Cambridge yang wow banget cepetnya dalam merespon pertanyaan kita. Termasuk Ms Dian, yang belakangan saya tau bahwa beliau menjabat sebagai Senior Manager.

Kebetulan sejak awal pegang ini kerjaan, sudah ada sebuah sekolah di daerah Bekasi yang berminat untuk ikutan exam di sekolah kami. Jadi private candidate gitu. Sementara saya cek status sekolah kami belum menjadi sekolah yang menerima private candidate. Saya bicarakan ini dengan para petinggi di sekolah. Sempat ada keputusan bahwa para private candidates tersebut kita aku aja sebagai murid kita, buka sbg private candidate. Tapi kemudian sisi perfeksionis saya merasa tidak tenang dengan kondisi tsb. Maka saya coba konsul ke Ms Dian, dan diarahkan untuk email ke pihak Cambridge untuk merubah status tersebut. Dan voila!! Dalam dua hari status kami sudah dirubah. prok prok prok

Dan akhrinya karena perubahan status tersebut, kami berhasil dapat 39 private candidates! Alhamdulillah.. semuanya atas kemudahan dari Allah :)

Tapi kemudian masalah datang. Salah satu private candidate kami sakit. Diagnosanya adalah gejala DB dan itu anak sudah dirawat beberapa hari di rumah sakit. Trus gimana examnya? Duh puyeng. Tapi terus buka handbook. Ternyata ada form yang bisa diisi oleh eo untuk meminta ijin melaksanakan ujian di alternative venue. Cuma, masalahnya, itu surat ada deadline pengirimannya which was sebulan sebelum si anak sakit. Well, ga ada kan ya yang sakitnya direncanakan? Maka kembali saya konsul sama Miss Dian. Kembali mendapatkan respon yang cepet: gapapa isi aja formnya, kirim melalui email. So, I did that. Waktu itu sudah sore, waktu indonesia bagian bambu apus, Saya baru sempet ngerjain emailnya pas anak-anak udah pulang sekolah. Surprisingly, ijin untuk menggunakan alternative venue sudah ada di email saya besok paginya pas saya cek email. Keren deh pelayanannya! prok prok prok

Lalu kemarin siang, ketika papasan dengan bu Ayu (rekan sesama pengajar) disampaikan bahwa ada perminataan dari ibu kepsek untuk mengurus surat keterangan dari Cambridge. Surat ini, katanya, akan dibutuhkan untuk mengurus status sekolah supaya menjadi sekolah dengan kerja sama luar negeri. Saat dibilangin gitu sih saya cuma bengong-bengong aja. Hahaha. Gak begitu ngeh maksudnya gimana. Trus, ya sudahlah, karena masih ada urusan lain, belum langsung dikerjakan. Sorenya, sepulang sekolah, ada 2 anank murid yang karena kemarin-kemarin sibuk pelatihan olimpiade, maka minta susulan untuk ulangan mereka yang masih kosong nilainya. Sambil nungguin mereka ngerjain ulangannya, saya email miss Dian lagi. Begiu email terkirim saya langsung tutup laptop. Saat itu sudah di atas office hour pada umumnya di Jakarta, jadi saya pikir email saya paling baru dibalas besok.

Jreng jreng.. tiba-tiba ada wasap dari Ms Dian. Menanggapi email saya tersebut. Beliau bilang akan membantu mengurus surat yang kami butuhkan. Beliau juga meminta data kami. Saya bilang, "Wow I'm so suprise that you response my email this fast!". Hahaha.. Ternyata saya masih kebiasaan pola di negeri tercinta ini, yang kalo ngurus apa-apa biasanya lama. Hehehe

Kemudian saya sempatkan solat maghrib di masjid sekolah. Selesai solat langsung capcus pulang. Dari sekolah ke rumah kira-kira butuh 30 menit dengan sepeda motor dekil saya. Sampai di rumah, Mr S tercinta nawarin masakin air hangat untuk mandi. So lovely. Maka sambil nunggu itu air panas, saya cek email.

Jreng jreng.. Surat yang saya minta sudah ada di email saya!!

Gile bener daaaah..........

Yang kaya gini nih yang harus dicontoh sama birokrasi di negara kita. Semoga, ya, suatu hari nanti.. Aamiiiin...

Jadi kesimpulannya, so far so good, lah. Kemampuan membaca saya benar-benar bermanfaat. Bahasa inggris saya yang pas-pasan yah cukuplah membantu. Hihi.. Tinggal deg-deg-annya menunggu inspeksi dari Cambridgenya nih. Biasanya pas exam ada inspeksi. Tempatnya Ms Wiwik sudah dapat inspeksi. Begitu dengar kabar sekolahnya sudah dapat inspeksi, malamnya saya telpon itu orang dan kita ngobrol sampe satu jam! Terimakasih telkomsel atas paket talk mania-nya. Sangat membantu. Hehehe..

Still six exams to go.. Semoga Allah terus memberikan kemudahan pada kami untuk menyelesaikan ini semua.

Semangat!!