Lagi ga punya jadwal ngajar. Otak dipake ngoreksi ulangan anak-anak kok rasanya langsung ngantuk aja. Haha..
Akhirnya waktunya habis dipake baca-baca artikel dari sana-sini.. Tentang antivax yg menolak memvaksin anjingnya krn takut si anjing jadi autis (-___-), artikel tentang keluarga, dan tentang jealousy. Pikiranku jd melayang pada memori aneh bin ajaib yang beberapa kali terjadi.
No. Ini gak lagi sok kecakepan. Justru bingung kenapa kok bisa terjadi.
Ini memori tentang beberapa laporan bahwa pacarnya si anu atau malah istrinya si itu jealous.. Sama aku. Pffftt..
Hahahaa
Orang gendut, item, jarang bedakan, pelupa, ngambekan, rada dodol, dan tukang tidur gini kok dicemburuin?
======
Suatu sore seorang teman sms saya minta ketemu. Jaman itu HP masih monokrom. SMS ngabisin pulsa. Maka cara gampangnya adalah janjian lalu ketemuan kemudian bicara secara langsung.
Hari itu sudah menjelang maghrib, tp karena tempat tinggalku dulu ga jauh dr lokasi ketemuan maka saya sanggupi. Habis katanya penting. Dengan segala tanda tanya saya meluncur ke lokasi.
Yang meminta ketemu ini adalah kawan yg ga bisa dibilang dekat. Sms kalo ada perlunya aja. Jalan bareng cuma waktu ada perlunya aja. Nothing else.
"Pacarku cemburu sama kamu" begitu kata si kawan saat kami bertemu petang itu.
Saya melongo. Merasa salah dengar.
Let me tell you. Pacarnya ni orang tu cantik. Pinter pula. Duh mak.. Ga level amat sih jeles sama orang absurd kaya diriku ini. Aku hanyalah remahan peyek di pojok-pokok toples..
"Aku juga gatau kenapa. Kayanya karena aku sms titip absen waktu itu" katanya lagi.
Kejadian titip absen itu udah lamaaaa banget. Jd ceritanya tu cowok sakit dan karena kita sekelas ya dia sms aku buat mintain ijin ke dosen. Bukan aku yg minta disms jd aku merasa ga bersalah. Toh seingatku aku cuma bales "ok. Gws ya!" tanpa ada kata sayang atau semacamnya.
"Pokoknya kamu cukup tau aja, Na. Kalo besok ketemu dia dan sikapnya dingin aku harap kamu biasa aja karena udah paham masalahnya" katanya.
Sebenernya aku belum paham lho. Kenapa gitu cemburu? Kalo eyke pernah bawain makan siang atau pernah foto berdua sama tu cowok ya boleh lah. But I did not. Ah ya sudah lah.. Mungkin ada salah paham aja. Mungkin salah orang. Sebodo.
Esoknya sikap si pacar temen itu memang aneh. Aku bodo amat. Bukan teman dekat juga. Tapi setelah kami semua jauh terpisah antar kota antar provinsi, dan mereka masing2 menikah dg orang lain, aku dan si cewek itu baik-baik saja. Seperti tidak ada masalah di masa lalu. Bagus lah :)
======
Aku punya banyak teman dekat saat itu. Kami punya garapan kerja yang sama. Ada beberapa orang perempuan dan laki-laki dalam tim itu. Aku suka kekompakan dan keakraban kami. Masalah main jodoh-jodohan mah lazim lah terjadi di usia saat itu, di kantor manapun. Begitu pula tebeng-tebengan. Biasa aja.
Lalu seorang teman lelaki menikah. Kami semua ikut bersuka cita. Ya sewajarnya ada teman baik bahagia kan kita juga ikut bahagia.
Sampai suatu saat, seorang teman perempuan menggunakan bahasa yg hati-hati sekali menanyakan sesuatu melalui whatsapp.
"Istrinya Pak X minta no HPmu" katanya
Oh ya kasih aja, kataku.
"Beneran gapapa?"
Loh? Kenapa memangnya? Tanyaku heran.
"Aku rasa dia cemburu sama kamu"
Melongo lah saya.
Istrinya si X itu cantik, putih, pandai memasak, dan imut-imut. Jauh lah saya mah..
Dengan hati berdebar-debar takut dilabrak istri orang, yang padahal aku mah ga ngerasa bikin salah.. Kunantikan telpon atau pesan dari si istri itu. Menyiapkan jawaban seandainya beneran dilabrak. Hahaha konyol.
Nyatanya tak ada telp atau pesan dr si istri tsb. Bagus lah. Mungkin dia keburu tersadar bahwa cemburu sama orang kaya aku gini adalah hal yang sia-sia.
=========
Di masa lalu, aku pernah dekat dgn seorang teman lelaki. Dekat aja tanpa status. Tapi bisa dibilang sangat dekat. Bisa dibilang I knew almost anything about him.
Trus dia nikah. Seperti biasa, aku ikutan bersukacita. Sempat kenalan juga dg si istri. Tapi sebatas kenal aja. Sampai suatu ketika komennya di salah satu medsos agak aneh dan spt org sedang tersinggung.
Sempet ga enak dan kepikiran itu cewek kenapa ya? Tapi trus emang dasar otak tumpul, habis itu mah cuek aja soalnya ga ngerasa bikin salah juga.
Lalu suatu ketika aku ngobrol sama sahabat perempuan yg kenal juga sama si cowok itu.
"Istrinya jealous sama kamu. Katanya gitu" ceritanya.
Melongo lagi deh.
What did I do wrong? Aku cukup tau diri lah. Namanya pria berustri ga bakalan aku gangguin apalagi sampe kurebut. Aih. Naudzubillah.. Serius. Semenjak mereka dekat aku gak hub kecuali ada perlu. Biasanya si cowok yg hub duluan kalo ada curhatan atau tanya minta pertimbangan. Aku sendiri, terakhir aku curhat sama dia rasanya sudah berabad lalu. Hehe
Untuk yg satu ini sampai sekarang entah bagaimana kelanjutan ceritanya. Sikapnya masih dingin. Dan aku masih cuek.
=========
To all women out there, please level up your jealousy! Jeles sama yg cakepan dikit lah. Sia-sia amat jeles sama aku. Hehe :p
Tidak ada komentar:
Posting Komentar