Jumat, 16 Juli 2021

Naik "sif"!

Nasib batita di jaman pandemi: di rumah meluluz. Sekalinya diajak jemput ibu dari tugas luar, ga jauh-jauh cuma di Bogor aja, dia sepertinya sangat terkesan. sempat diajak nunggu di dalam hotel. naik lift. icik-icik bentar di kolam renang. lihat kolam ikan. ternyata itu sangat berkesan. kalo main mobilan dia bilang "mobilnya mau ke Bogor". dan semalam saat pillow talk sebelum tidur, dia dengan semangat bilang begini

Ihza: aku mau naik sif sendiwi

Ibu: sif?

Iz: iya, aku pencet tuutt (tangannya seakan-akan sedang memencet tombol). trus itunya ssiiiit ssiiiitt gitu (tangannya memperagakan pintu bergeser ke kanan dan ke kiri)

Ib: oo.. lift?

Iz: iya lif! aku mau naik lif sendiwi. pencet tuuttt trus itunya siiittt siiittt gitu (tangannya memperagakan seperti sebelumnya)

Ib: pintunya bisa buka-tutup sendiri gitu ya?

Iz: iya. ssiiiittt ssiiiittt gitu (tangannya geser kanan kiri lagi)

Ib: memang Ihza pernah naik lift?

Iz: iya. waktu aku ke Bogor. aku kan lihat kolam renang jg. ada air tejun. ada lif. ada ikan. 

Ib: Ihza senang ke Bogor?

Iz: iya! aku mau ke Bogor meyuyu! 


ahhh gemas Ibumu, Naaaak.. 😂

semoga pandemi segera berakhir..


--

dari catatan 18 Des 2021

Minum jus

Suatu hari aku memesan 2 botol jus dari teman. Ada dua reaksi Ihza yang membuatku gemas


1. Saat minum jus jambu. 

Enak dek? "Sedaap mantaappp (sambil acungkan jempol). Itu jus apa dek? "Stobewi" Bukaaan.. Itu jus jambu merah. Coba mana gambar jambu merah (nyuruh nunjuk poster buah2an). "Ini (nunjuk gbr stroberi)" Iiish ini tu jus jambu. Itu lho jambu yg lurnya hijau dalamnya merah. "Ini? (sambil nunjuk gambar jambu)" mukanya kecewa hahahahaha... Dia bilang enak tp dia maunya itu namanya jus stroberi 😂


2. Udah minum jus mangga ceritanya dia. Baru berapa jam kok minta ambilin gelas lagi sambil bawa2 botol jusnya. Ya udh lah ya gw ambilin aja. Gw tuangin trus sodorin ke dia. Di luar dugaan ternyata itu dia mau kasih ke gue. "Ibu minum ini. Supaya sehat dan kuat dan imunnya bagus". Segala "imun bagus" segala ini bocah belajar dr mana dah? Hahaha.. Terharu emaknya 😂


--

dari catatan 20 Des 2021

habis minum jus dari Uni Wiwik

"Kenapa ibu mau sama aku?"

"Kenapa ibu mau sama aku?"

Wow, pertanyaannya sangat tiba-tiba dan mengejutkan. Padahal yg nanya lagi main mobil-mobilan. Sebelumnya yg dia ocehkan hanyalah perkara mobil excavator yang sedang memindahkan keping puzzle ke mobil truk.

"Karena Ibu sayang Ihza" jawabku.

Aku penasaran apa jawab nya berikutnya. Tapi ternyata dia hanya bilang "hmm.. Betul juga ya"

Oh my.. Jawabannya membuatku khawatir. Apa sih sebenarnya yg sedang dia pikirkan?


Aku coba tanya balik saja, "kalo Ihza gimana?" sengaja pertanyaannya tidak menjurus. Suka-suka dia mau jawab apa. Ibuk sudah bersiap dapat jawaban yg ga nyambung.

"Sayyyyang Ibu.." katanya. Unch unch Ibuk lumer ini nak.

Mas Ihza

No, sorry, ini bukan pengumuman bahwa Ihza akan punya adik. Ini adalah cerita tentang panggilan baru Ihza.


Berawal dari 2 hari lalu. Sore itu aku dan Ihza main di teras rumah. Pagar rumah terbuka agak lebar karena memang Ihza sedang mengangkut pasir dengan mobil truk kecilnya. Ibu hanya mengawasi dari kursi teras. Sambil nahan ngantuk hehe.


Lalu seorang papah muda lewat sambil menggendong bayinya. Aku ga kenal beliau ini siapa atau orang mana. Ihza melihat mereka dari pagar yang terbuka, lalu tiba-tiba menarik tanganku "ibu, adek bayinya lucu ya"


Oh, wow! This is so rare. Biasanya anak ini ga suka bayi. 


"Oh ya? Adek bayinya lucu?" tanyaku.

"Iya. Aku mau punya adek yg kaya gitu" kata Ihza.


OH WOW!! Dia minta adik?! Serius ini??


"Hmm.. Mau adek bayi ya?" tanyaku.


Lalu percakapan yg terjadi setelahnya adalah percakapan random yg tidak berfokus soal adik bayi.


Nah, tanpa aku duga, malam ini dia kembali membahas soal adik bayi.


"Kalo ada adek bayi, nanti adek bayi epok (nemplok) di bantal kecil itu aja!" katanya. Padahal tadinya kami sedang membahas soal pembagian bantal antara aku dan si bocah ini.


"Lho? Kan adek bayi bisa nemplok di Ibu", kataku.


Jawabannya mestilah seperti yg kuduga: penolakan. Bahwa nemplok di Ibu adalah hak prerogatifnya.


Lalu entah bagaimana aku terdorong utk memberikan pengertian bahwa Ihza sudah besar. Sudah saatnya berhenti nemplok di Ibu. Kalimat ku kuakhiri dengan "Abang Ihza paham?"


"Ihza doang! Maunya Ihza doang!" tebakanku dia ga suka ada title Abang.


"Hmm.. Gimana klo Mas Ihza?" tanya iseng. 


Eh ternyata dia jawab "Iya deh"


Hahaha ini tumben. Biasanya dia sama sekali ga mau ada title Abang atau Mas atau Kakak di depan namanya. Tu to the mben. 


Ajaibnya, semalam setelah title tsb disematkan, lagaknya jd sok dewasa dan lebih penurut. Diajak sikat gigi gercep. Diajak sholat ayo. Bahkan selesai solat semua orang yg dia kenal dia doakan supaya lancar rezekinya. Lalu  tanpa disuruh dia merapikan mainannya.


Love you, Mas Ihza.. 😘

Lepas sandal

Ini cerita pas di suatu hotel saat jalan-jalan ke Bandung. Alhamdulilah nya tu hotel lagi gak pas rame. Sepi banget malahan. Jd selain perihal protokol kesehatan insya allah aman terkendali, masalah lepas sandal pun yg lihat yaa keluarga doang hehe

Dari awal masuk loby hotel pas check in. Aku sbg pihak yg kontak dgn hotel jalan masuk duluan. Ihza di belakang sama Bude nya. Tiba-tiba terdengar "Ga usa dilepas sandalnya!". Nengok ke pintu masuk, dan ya Tuhan.. Ternyata itu anak gueeee.. Mau masuk hotel dia lepas sandal dong 😂 luar biasa.. 

Berikutnya pas masuk kamar hotel pun dia lepas sandal di depan pintu 😂 Jadi lah kalo dia masuk lift kita amatin banget tu sandal masih nempel di kaki apa gak. Takutnya klo dilepas ntar pas keluar lift nyariin sandalnya. Wkwk.. Jadilah emak Ihza ni selalu senantiasa melihat ke arah kaki Ihza, takut sandalnya hilang jg soalnya hehe

Lalu kejadian gak teduga lagi terkait lepas sandal. Jad ceritanya kita habis berenang. Lokasi kolam renang hotel tsb adalah harus melewati restonya dulu. Bener2 masuk ke resto, setelah itu baru masuk area kolam renang. Sucil cerita nyempil; kolam renang bersih dan sepi, serasa milik sendiri. Kita mutusin balik kamar pas Ihza udah terlihat menggigil kedinginan.

Kali itu pun mata emak ga lepas dari kaki si bocah. Aman, uda dipake sandalnya. Lalu karena asik lihat dekor resto, Ihza tau2 udah nyalip jalan duluan dan tersadarlah emak: dia ga pake sandal.

Yassalam.. Perasaan tadi udah dipake pas beranjak dari kolam renang?! Gemes bener deh. Akhirnya emak pun balik kanan nyari itu sandal dilepas di mana. Ternyataaa dia lepas sandal sebelum masuk resto itu 😂

Emang kudu sering diajak jalan-jalan ni anak 😂 semoga pandemi segera berlalu.. Aamiiin