Aku kenal seorang gadis remaja. Sebut saja namanya Mawar (bukan nama sesungguhnya). She's nice and sweet. Nilai kelasnya dulu average lah.
Pernah suatu ketika dia menjadi anak yang 'agak bermasalah', in term of she turned to be like a stranger. Temen-temennya merasa aneh tapi terus sibuk sama urusan masing-masing, jadi ya udah lah.
Dia sendiri merasa dirinya bermasalah. Aku ingat cerita tentang dia kabur untuk bertemu seorang psikiater. Dari situ lah aku tau dia sebenernya anak yg cerdas; ga banyak yg kepikiran melakukan hal tsb, kan?
Well, sebenernya aku ga terlalu paham juga yg dulu itu masalahnya apa. Sepertinya ada hubungannya dengan dua kata: cowok dan internet. Tapi ya kan she was only a teenager. Labil.
Dia sempat menghilang juga, kalo ga salah. Aku ingat sempat kontak via messanger untuk menanyakan kabarnya dan (mencoba) menyemangatinya. Tipikal aku banget: ga nanyain masalahnya apa. Hehe. Percakapan di messanger itu membuatku merasa yang namanya guru tu harus berkata-kata baik, karena perkataan kita bisa berarti banyak.
Kemudian kisah berlanjut. This sweet Mawar entered her new life as a university student. I'm glad that she's there; in that campus, in that city, in those environments.. coz i know that she's really fine today. Nope, she's not, she's doing just GREAT.
Aku bahagia melihatnya menemukan kebahagian dan banyak pengalaman baru. She's traveling here and there to gain some more exciting experiences. Aku bahagia melihat foto-fotonya tersenyum manis.
Yah, walaupun ada satu yang hilang, yang aku harap suatu saat akan kembali: jilbabnya.
Jadi, aku seperti melihat Mawar yang dulu kuncup kini mekar. Cantik. Aku senang. Semoga keindahannya tak dirusak apapun lagi. Dan jilbabnya segera kembali ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar