Saya memperhatikan keponakan semata wayangnya Mr S.. kok banyak amat ni anak ya panggilannya. Nama aslinya Divanda. Mamanya manggil dia Mbak Diva, endeh (nenek)nya juga Mbak Diva. Papanya manggil dia Cimut. Omnya, yaitu Mr S, manggil dia Poni. Sementara dia sendiri memanggil dirinya dengan Mbak.
Trus jadi ngeliat ke diri sendiri. Aku juga dink punya banyak panggilan. Efek dari memiliki nama depan yang bukan nama panggilan.
Nama depanku Diyan. Panggilanku yg umum, sampai sebelum aku mulai kerja, adalah Isna. Di rumah aku dipanggil Ina sama keluarga. Beberapa teman dekat juga manggilnya Ina. Adekku manggil aku Mbak Ina. Beberapa adik angkatan yang lumayan dekat manggilnya Mbak Na. Aku sendiri biasa menyebut diriku Ina di hadapan keluargaku. Kalo sama temen-temen yaa nyebutnya Gue atau Aku. Hehe
2010 adalah awal dari semuanya mulai semakin variasi. Tahun tsb adalah tahunnya aku mulai bekerja. Dannnn di tempat kerja ini,entah mengapa, sulit sekali mempengaruhi teman-teman bahwa nama panggilanku adalah Isna. Jadilah aku dipanggil dengan nama depanku, Diyan.
Yap, temen-temen panggil aku Diyan. Murid-murid dan wali murid biasa manggil Miss Diyan atau Ibu Diyan. Temen-temen di KI 70 malah ada yang manggil Budi, singkatan dari Bu Diyan ~sigh~ semena-mena deh kalian.
Yah apa pun lah.
Apalah artinya nama, setangkai mawar, dengan nama apapun, tetaplah harum.
Diriku, dengan nama apapun, tetaplah .... kece B-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar