Selama ini aku hanya berasumsi mengenai penyebab menjauhnya seorang sahabat. Tiba2 dia menarik diri. Menghilang dari semua chat group yg ada aku-nya. Padahal aku org yg benci berpegang pada asumsi. Tapi rasanya utk mencari konfirmasi secara langsung saat itu bukan menjadi pilihan yg baik.
Ternyata konfirmasi itu datang dgn sendirinya. Melalui facebook messanger yg entah jam berapa masuk ke akunku, tp baru kubaca jam 4 pagi tadi.
Confirmed. Seperti yg aku asumsikan.
Ya sudah lah. Kita tdk terlahir utk disukai oleh semua orang. Juga bukan menjadi tugas kita utk membuat semua orang suka pada kita. Selain itu secara personal aku sudah bersiap dgn kehilangan. Seperti layaknya dalam kehidupan siapapun, people come and go. Sudah bagian dari sunnatullah. Sedih sesaat adalah hal yg wajar. Bagaimana kita menjadikannya sbg bahan pembelajaran utk menjadi lebih baik adalah keharusan.
Tidak mengapa jika niat baik dianggap suatu tindakan ketidakdewasaan. Mungkin memang karena benar aku belum cukup dewasa. Alhamdulillah keinginan utk bahagia sepanjang kehamilan ini membimbingku utk legowo menerimanya sbg masukan. Selebihnya aku memilih utk terus menikmati hidupku bersama sahabat-sahabat yg masih ada di sisiku :) Dan si junior yg sudah mulai terasa gerakannya di perut :') Dan tentu saja dgn Pak S yg saat kuceritakan kejadian tadi pagi merangkuhku dalam pelukan hangat yg selalu menjadi favoritku.
Ah hidup.. Betapa penuh dgn cerita...
Jumat, 13 Oktober 2017
Dalam perut lapar karena muntah setelah sarapan. Dan sukacita atas motor barunya si Bagus :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar