Semalam, sekitar pukul 1, aku terbangun. Teringat makanan di meja yang belum dimasukkan ke dalam kulkas. Saat aku beranjak ke dapur, kudapati Mr S, suamiku tercinta, masih bangun dan masih asik menonton TV. Kusapa lelakiku itu.
"Belum tidur mas?"
"Bagus nih filmnya. Kamu kenapa kebangun?"
"Inget makanan belum disimpan di kulkas"
"Oh, udah kumasukin kulkas kok tadi"
Wah, senangnya. Pengertian sekali suamiku.
Maka aku ke dapur untuk memastikan meja makan telah kosong karena isinya sudah tersimpan aman di dalam kulkas. Dan memang benar kok, meja makan sudah bersih. Tudung saji sudah menangkring manis di cantelannya di tembok. OK sip. Mari tidur lagi.
Pagi pun menjelang. Setelah solat subuh aku ke dapur untuk mencuci piring-piring bekas makan semalam. Suamiku-yang-sangat-pengertian itu pun kulihat sedang menggenggam gagang pel teras. Pengertian sekali memang. Untukku yg berjilbab, kadang malas harus cari jilbab dulu utk ngepel depan. Alhamdulillah. Terimakasih Allah atas suami yang pengertian..
Cucian piring beres. Teh untuk suami sudah terhidang. Aku pun pergi menemui suamiku tercintah utk bertanya "mau sarapan apa mas?"
"Nasi goreng"
Ok. Persiapan nasi goreng pun di mulai. Bumbu siap. Nasi sudah dikeluarkan dari dalam magic jar. Telur sudah diambil dari dalam kulkas. Apa lagi ya? Oh ya, aku punya bakso di freezer kulkas. Enak kayanya pake bakso.
Maka aku pun melangkah lagi ke kulkas. Kulkas milik mama ini adalah kulkas 2 pintu. Sehingga untuk mengakses freezer aku harus membuka pintu yg sebelah atas.
Kubuka pintu freezer itu.
Mau pingsan rasanya.
Ada mangkok poselen mama di sana. Isinya sayur semalam. Juga pinggan-pinggan lauk.
Jadi yang dimaksud suamiku dengan sudah-dimasukkan-ke-kulkas itu adalah... SUDAH DIMASUKKAN KE FREEZER!
Ya gapapa sih. Bukan kesalahan yg fatal-fatal amat. Tapi jadi repot ngangetinnya karena perlu di-unfreeze dulu kan? Dan itu bukan hal yang biasa kan?
Pantesan waktu ngambil telur di kulkas, ni mata gak ngeh klo ada mangkok sayur dan pinggan lauk di dalam kompartemen lemari pendingin tsb. Karena emang beneran ga ada. Duh!
Passss saat aku masih syok-syok-nya, Mr S suamiku tercintah menongolkan batang hidungnya di dapur. Langsung nyengir. Gemes deh.
Dan akhirnya, memang butuh waktu beberapa lama untuk membuat makanan itu siap dihangatkan. Orek tempe yang parah. Pas diangetin jd hancur bentuknya. Potongan tempenya jd semakin kecil.. dan... absurd. Ya sudah lah. Tempe is tempe. Tetep enak kok.
Lesson learned: cek dengan seksama KE DALAM KULKAS saat suami bilang "sudah dimasukkan ke kulkas kok"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar