Cerita ringan hari ini.
~~Well, yang ringan menurut kita belum
tentu ringan menurut orang lain sih..
Tadi, di tengah aktifitas menandatangani
kartu legitimasi Ujian Akhir Semester (UAS) anak-anak di ruangan yang saya
awas, tiba-tiba HP bergetar. Insting kuat untuk mengecek HP mengingat jaman
gini gitu loh, komunikasi hal-hal penting terkait ujian pasti dilakukan melalui
aplikasi whatsapp.
Tuh, benar kan, sebuah pesan dari Frau Ika
masuk.
“Ruang 8 kelas XI 4. Anak-anak mendapatkan
soal bahasa Indonesia kelas XII. Kalau boleh tau, di mana saya bisa mendapatkan
soal bahasa Indonesia kelas XII?”
Saya dengan polosnya hanya membatin: wah,
kasian Frau Ika jadi repot. Lalu melemparkan pandangan ke anak-anak di depan
saya. Anteng kok mereka. Aman lah.
Tapi masuk pula pesan dari Mr Dadan selang
beberapa menit kemudian.
“Ruang 9 dapat soal kelas 11. Mohon ada
yang tukar, ruang 9 kelas 12”
Wah, ada yang gak beres nih.
Saya pecahkan kesunyian kelas dengan
pertanyaan, “Nak, kalian kelas berapa?”
“XI.2, miss”
Saya seret pandangan saya ke sampul soal.
UAS Bahasa Indonesia Kelas XII
Saya mulai panik. Kelas mulai kasak-kusuk.
Tiba-tiba Mr Dadan sudah di depan pintu. Berlatar
belakang lapangan upacara dan taman yang terang ditimpa cahaya matahari, Mr
Dadan terlihat sangat beraura. Dia bilang, “Bu, soalnya tertukar”
~~Well, emang aneh-aneh aja orang kalo lagi
panik. Liat temen kerja berasa liat artis. Hahaha
Kelas langsung riuh. Ada yang tertawa, ada
yang ngedumel, ada yang cuma garuk-garuk kepala pake pensil. Hahaha
Langsung gerak cepat deh, semua naskah soal
ditarik kembali. Anak-anak langsung heboh hapus-hapus jawaban di naskah soal
yang kadung mereka terima juga di lembar jawaban computer mereka.
Serah terima soal pun dilaksanakan dengan
mengikuti amanat dari bapak proklamator; dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Waktu ujian otomatis di-reset.
Hhahhhhh… ada-ada saja. Ya maklum, manusia
pasti ada erornya.
Selamat UAS anak-anakku ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar