Senin, 26 Desember 2016

Impianku...

Sebenernya aku ga yakin juga apakah ini benar mimpiku atau sekedar iri alias mupeng lihat orang-orang yang aku kenal mendapatkannya.

Apa?

Scholarship. Kuliah di luar sana. Hidup temporer di bagian lain dari bumi ini.

Sampai sekarang belum ketemu jawabannya. Sekedar mupeng kah? Benar-benar ingin kah? Apa gitu tujuannya?

===

Menerawang ke tujuh tahun silam..

Saat itu aku dimintai tolong sama W, kawan baikku sedari awal mulai hidup di jogja sampe sekarang, untuk transletin jurnalnya. Aku yang salah tangkap berfikir "gampang lah ya cuma abstraknya kan palingan". Ternyata yang harus diterjemahin tu draft jurnalnya. Dari nol. Kapan harus kelar? Esoknya. Gemes-gemes gimanaaa gitu sama si W. Akhirnya kami lembur ngegarap itu kerjaan, kalo ga salah di kontrakanku. Nyaris gak tidur malam itu, tapi amazingly terjemahan kelar. Bagian yang aku gak yakin kutandai dgn warna merah. Kondisi masih 90% beres lah. Masih butuh revisi.

Beberapa hari kemudian, si W menyampaikan pesan dari Pak B, dosen pembimbingnya, si nama pertama di jurnal tsb. "Pak B bilang lu disuruh ke kantornya hari X jam Y".

Pak B ini lulusan Jepun, jadi soal janjian dese memang terkenal tepat waktu. Maka pas diminta ketemu itu ya aku dtg 15 menit lebih awal. Batinku saat itu menduga bakalan dikasih draft yg udh dicoret2 utk kemudian direvisi.

Tapi ternyata...
Pak B: *ngeluarin amplop* ini untuk kamu
Gue: hah? Ga usah pak.. *ga nyangka bakal dikasih amplop. Si W ga bilang apa-apa*
Pak B: udah terima aja. Jangan ditolak. Ini gak seberapa kok dibanding hasilnya
Gue: *tersipu malu sambil nyamber amplopnya, jujur emang lagi butuh duit buat ngirim barang, termasuk motor, balik ke Bekasi* makasih pak
Pak B: bahasa inggris kamu bagus. Belajar di mana?
Gue: *berbinar-binar* saya pernah kursus pak di LIA
Pak B: Oo.. bagus itu. Toefl kamu berapa? Apply beasiswa aja
Gue: eh? Belum coba tes toefl pak (note that saat itu aye masih fresh graduate. Bahkan kayanya belom wisuda deh)
Pak B: saya kasih formulirnya ya. Kamu coba aja apply *sibuk buka-buka berkas nyari si formulir*

Asli cuma bisa cengo. Apply beasiswa? Anak macam gini apa iya bakal dapet beasiswa? IPK ga cum laude, malah kemelud, gini.. oh my..

Ternyata si Pak B gak menemukan formulir yang dicarinya. Beliau lalu menelpon koleganya di fakultas sebelah. Setelah itu menyuruhku menemui si kolega tsb. Di Fakultas A gedung B lantai C. Dengan masih agak cengo, kusamperin juga tuh alamat yg dimaksud. Tapi dari sana ternyata disuruh ke University Centre, ke suatu bagian yg ngurusin kerjasama kampus sama univ di luar gitu.

Dapat formulirnya. Tapi masih cengo. Rasanya mimpi aja ga berani. Lagi pula saat itu short plannya adalah kerja sama nikah. Haha

~oh iya pas di UC ketemu sama temen KKN, si F. bertahun-tahun kemudian F cerita "kamu sih bilang 'good bye'," yang mana aku sendiri ga ngerasa bilang begitu pas ketemu. Hehe. Entah.

Sampe di kontrakan, kupandangi itu formulir. Ternyata itu formulir utk beasiswa di Jepang. Hah? Jepang?! Gila kali ah. Kudu belajar bahasa jepang yang tulisannya aja gak mudeng donk? Aih mak.. nikah aja lah.. hehe

===

Balik ke kisaran tiga tahun belakangan ini.. Satu per satu teman dan bahkan adik angkatan di kampus pada pamit mau berangkat sekolah di luar.

Awalnya luar biasa seneng, bahkan excited banget. Senang utk kesenangan orang lain selalu berhasil membuatku senang. Hayyah rempong deh bahasanya :p

Lalu...

Melihat pengalaman mereka. Cerita-cerita mereka. Perjuangan mereka. Adaptasi mereka. Jalan-jalan mereka. Foto-foto mereka.

Emang ya, FB tu bawa virus deh.

Jadi pengen kan...

Mengalami pergantian musim di negara orang. Belajar banyak hal baru. Berpetualang mengumpulkan pengalaman hidup yang berbeda.

Aku
Mau
Juga

===

Dapat broadcast tentang kesempatan mengikuti teacher training di Jepang selama 1,5 tahun. Rasanya kaya dapat kunci untuk membuka satu gerbang kehidupan yang baru!

Kupelajari syarat-dan-ketentuannya. Kupelajari besaran beasiswa dibandingkan biaya hidup di sana -karena kalo jadi ke sana maka satu-satunya sumber penghasilanku ya dari scholarship itu. Rasanya kaya dapat semangat hidup baru!

Lalu teringat status yang kuperoleh hampir 3 tahun lalu. Aku skrg istri orang. Langkah kakiku harus seijin suamiku.

Maka dgn semangat kuceritakan tentang kesempatan hidup 1,5 thn di Jepang itu padanya.

Awalnya semangat ceritanya.
Lama lama...
Kok gitu responnya?

Yang diceritain kaya berat utk nanggepin. Banyakan diam. Entah merenung atau apa.

Aku: boleh mas?
Mr S: satu stengah tahun ya?
Aku: iyaa.. termasuk belajar bahasanya 6 bulan
Mr S: *diam*
Aku: boleh yaa...??

Diskusi berakhir dengan tidak diperolehnya izin yg kumau.

Sedih? Iya, dikit.

Aku menghargai keputusannya. Pertimbangannya. Kekhawatirannya. Apalagi hampir tiga tahun seranjang saja kami belum berhasil punya momongan, apalagi long distance 1,5 thn ga ketemu?

Huft..

Mungkin dia sadar istrinya jadi agak murung setelah itu. Sehingga terjadi negosiasi..

Mr S: kalo satu bulanan boleh deh
Aku: mana ada yang satu bulan...
Mr S: ya udh maksimal 6 bulan deh

Catet ya: aku dapat ijin maksimal 6 bulan.

Lumayan agak seneng dikit. Dikit doank? Iya karena belum di depan mata tuh ada info semacam itu.

Sekarang jadi rajin browsing short course yg ada beasiswanya. Sejauh ini baru dpt info mengenai Endeavour. Sebenrnya yg lain juga lumayan banyak, tp utk short course yg terkait sama bidang pekerjaanku saat ini belum nemu selain Endeavour itu.

Semoga suatu saat dapat...

===

Scene tambahan~~

Suatu hari di lab. Aku lagi ngerjain laporan ujain cambridge. Si Y lg ngerjain inventaris barang di laptopnya, sambil nyetel lagu-lagu. Tujuannya sih biar gak ngantuk kitanya.

Lalu mengalunlah lagu...

Pergilah kasih kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Smoga tercapai sgala keinginanmu

Gue: haaaaaahhhhh ganti lagunya!
Y: dih.. napa ni orang..
Gue: jadi ngarep tau.. ngarep lakik aye nyanyiin itu utk aye

Hehehe
Lebay saya lagi kumat
Baper deh kan jadinya

===

Yah.. semoga mimpi ini, pun mungkin sekedar mupeng belaka, akan terwujud suatu saat nanti...

Jika tidak, semoga anak-anak kami mendapat kesempatan utk mendapatkannya...

S.e.m.o.g.a...

Kamis, 08 Desember 2016

Kata mutiara

Ini bagus. Jd kusimpan d sini.
===

Tak mengapa jika kita tak menjadi apa-apa dihadapan manusia, yang penting kita menjadi manusia bertaqwa dihadapan-Nya.

Tak mengapa jika kita tak diperhatikan oleh manusia, yang penting kita diperhatikan Allah swt

Tak mengapa jika kita tak bisa mendapatkan keinginan2 kita, yang penting Allah swt cukupkan kebutuhan kita

Tak mengapa jika kita tak bisa menikmati surga dunia, yang penting kita bisa menikmati surga-Nya di Akherat kelak

Tak mengapa jika seluruh manusia membenci kita yang penting Allah swt meridhoi kita

"Jika kita menjadikan Allah swt segalanya, maka kita akan mendapatkan segalanya. Dan, jika kita meninggalkan Allah  Swt, maka kita akan kehilangan segalanya" (Ust Bachtiar Nasir ketua GNPF MUI)

Senin, 28 November 2016

The cost of my galauness

A note from Sept 17, 2016.

I had a bad morning. A heavy one. Things that I hate. Things that thrown away the peace in my mind.   Then I flew away. My plan was: Anywhere!

I remembered that my office is making a video profile and had plan to take some scenes today. I decided to go. But tears just didnt want to stop flowing from both of my eyes. Once I arrived at the office I know that my face was just not camera-face at all. Then I left the school.

Where? No idea.

 I drove my motorbike to any places that crossed my brain.

The lake near an Islamic school no too far from my office became my first destination. But the lake was full of fishers. Then I turned back and thought to go to another place.

 And I ended up in a Mall.

Haha I tought watching a movie will make up my mood. I stopped at the edge of a road and checked for the movie schedule from a cinema not far from my position. Damn! Only one movie in their 3 theaters!! Then I checked the other Cinema. Same. Those movies. They have another movie but it's just not as interested as the movie scheduled at the first cinema I checked. The cinema is in a mall. That's why I eneded up here at a mall.

And you know mall.. oh come on! There are just too many restaurants there!! *glek

The movie started at 12.30. It was 11 when I got there. So I decided to EAT! see? First, I ordered the 12k sweet corned with cheese and milk. Then I walked into a Solaria. Ordered my fav food: nasi sapo tahu seafood. I paid 50k for the food n the drink.

After ate, I went to the mosque on the rooftop of the mall. Dzuhur pray. Then I walked to the cinema. Got my ticket, 35k. And walked into the theater when it was still playing some movie trailers. I chose to sit at the last row of the tribune. On the right corner. And I thanked god that there were no one sit in my row. That was exactly what I need.

I had made my self comfy by putting my backpack on my back and use my jacket as a neck pillow. But as the movie started, I noticed that the lamps in that room were not turned off!! After the movie was played for about 5 minutes or so, the lamps finally off.

The movie was not too good. It's supposed to be funny but the funniest part was the very last part, after the credits. The part where they showed the behind-the-scene scene.

I left the cinema at about 2 pm. I still didnt want to go home. I walked to a book store on the fitst floor coz I remembered to buy a permanent marker and card-plastics. I got those things pretty easy. I was kinda expecting to waste some more time there, so I decided to look at the book shelf. But I bought no book. I paid 35k for the marker and the plastics.

 Then I was confuse again where to go. I got a light headache but I still didnt want to go home. So I walked around to see some clothes and other fashion things in the mall. But again, I bought nothing.

I thought that I need a place to rest. So i walked to the KFC. But it was full. So I walked around and around and around. Untill my eyes saw a McD. So I walked in.

One of my student messaged me while I had my walk. Typing the answer was almost distracting my focus on going to the McD. Haha But here I am. In a McD. I have just finished my Panas special; rice+fried chicken+scrabbled egg, and a lemon tea. It cost me 35k for the package. I am now feeling so fed up.

I have to do ashr pray. And I have texted my hubby that we better come home just before maghrib. So I think I'm gonna take my bike and move to a big mosque not too far from this mall. And just wait there until I think I'm ready to come home...

 It's wierd, huh? When home is not a place where you always want to come....

 Btw, I've countet the total cost for my galauness... 132k exclude the parking cost. I hope it's not happen too often. Haha..

Kamis, 24 November 2016

Happy teacher's day

It's teacher day!

Selamat hari guru untuk Bapak dan Ibu guru semua.. Selamat berbagi inspirasi bagi anak bangsa 😊

Selamat makan coklat untuk saya.. hehe 😁

Btw.. so happy to get that sweet pencil case with my name on it 😍

Senin, 21 November 2016

Aku nomor berapa?

Tau iklan Goodday?
"Buat kamu, aku nomor berapa?"

I tried that line. How does it end?

Simaka saja sendiri.. sambil temenin saya ...

===

Istri: buat kamu aku nomor berapa?
Suami: ~diam~
I: lama amat mikir jawabannya.. berarti aku bukan nomor satu ~ngambek~
S: bukan gitu, kalo kamu nomor satu berarti ntar ada nomor dua-nya.. tiganya.. empatnya.. boleh?
I: ~ngunyah botol kecap nomor wahid~

===

Terimakasih sudah nemenin saya keki XD

Kamis, 17 November 2016

Selaksa masa

Semua orang pasti punya masa lalu.

Aku pun begitu :)
Ya jelas lah ya, kan aku udah di bumi lebih dari 3 dasa warsa
/hah tua!/ XD

Dia adalah bagian dari cerita di masa lalu. Seorang kawan yang baik. Pelindung yang menyenangkan. Sekaligus teman berantem XD

Ospek setim. Kuliah sering sekelas. Di organisasi pun.. dia lagi dia lagi..

Jalaran soko kulino, kami jadi dekat. Dengan watak keras masing-masing. Dengan banyak episode debat-debat ga penting XD

Ada episode di mana skripsiku adalah skripsinya, tapi skripsinya tetaplah skripsinya. Haha XD

Ada episode marahan gaje. Cemburu gaje. Saling ngejodohin dgn orang lain, yang juga gaje. Pokoknya kami emang gaje XD

Iya, gaje. Ga jelas.

Yang jelas, baru beberapa hari lalu dia menikah. Seorang wanita imut-imut dan manis telah sah mendampinginya. Rasanya aku pengen ada di sana saat mereka baru saja ijab sah, sambil...
"Cieee nikaaah" ala iklan bengbeng. Hahaha XD

Ada sedikit rasa takut bahwa dia akan hilang (lagi) dari hidupku. Akan berkurang sayang dan perhatiannya kepadaku. Ya habisnya ada yg bakalan butuh disayang dan diperhatikan XD

No, it's not what most people think about me. Or us.

Gimana ya ngomongnya?

Mmm.. dia itu lebih dari seorang sahabat. Tapi bukan saudara, kecuali sodara sebangsa dan setanah air XD

Aku sedih melihatnya sedih. Pun senang melihatnya senang. Walaupun kalo lagi bercandaan aku akan terbawa terbahak-bahak atas ke-dodol-annya. Meledek habis-habisan kepribadiannya. Habisnya dia juga begitu. Fair enough, kan? XD

Begitulah..

Kami pernah berbagi masa lalu..
Dan sama-sama bergembira di masa kini. Menyambut masa depan dengan perahu masing-masing.

Dan aku senang si genduk manis itu ada di sampingnya dan mengisi masa depannya. Berada di perahunya.

Semoga kami tetap bisa bergaje. Kini mungkin gajenya berempat. Soon insya allah bertambah tim gaje kami, baik dari sisiku ataupun sisinya. Aamiiin..

- - -

Semua orang pasti punya masa lalu
Begitupun kita
Tanpamu tidak ada aku yang sekarang

Happy wedding for you both 💖

~tribute to our dearest friend :)

Senin, 31 Oktober 2016

Menulis adalah Terapi

dulu menulis adalah kewajiban. menulis laporan praktikum. menulis karangan utk tugas bahasa. menulis rencana mingguan. dll.

sekarang menulis adalah terapi. sarana meluapkan emosi. agar tidak terlalu bahagianya karena ada orang-orang susah di sekitar yg bisa tersakiti atau minimal iri. agar marah dan sedih tidak menjadi bentuk kejahatan terhadap diri sendiri apalagi orang lain.

agar tidak terlalu pula sedihnya karena itu tidak baik dan malah bisa menyusahkan diri sendiri maupun orang lain.

ini sudah aku buktikan berkali-kali, terutama setelah menikah. ketika aku harus sekuat tenaga menyimpan masalah yang ada, memendam kesulitan, menahan dari menunjukkan romantisme di hadapan para jomblo.
tulisanku bukan untuk siapa-siapa. untuk aku sendiri. menenangkan saraf yang tegang atau euforiabyang terlalu tinggi. walaupun 90% adalah yang lebih dahulu kusebut.

aku biasanya menulis hal nyata yang aku miliki dan harus aku syukuri. berfokus pada kenikmatan bukan pada sakitnya. menuliskan hal yang akan kulakukan dan keindahan yang mungkin kutemui ketika melakukannya.

maka setelahnya aku menjadi lebih ringan. tangis reda. emosi turun. dan siap kembali ke komunitas manusia di sekitarku dengan wajah tanpa masalah lagi..

Jumat, 15 Juli 2016

Good morning from Purwokerto

Disclaimer: this post is dedicated to my self-happiness muehehehehe

Alhamdulillah perjalanan kami sudah sampai di Puertorico alias Purwokerto. Ga macet-macet banget karena ini sudah jamannya arus balik Jakarta. Kitanya aja yg ngetannya belakangan. Itu pun demi suatu misi yg nanti saya ceritakan belakangan.

Btw, kami pada baris pertama alinea di atas adalah kata ganti untuk saya, bapak, ibu, dan si N adek sy sematawayang. Mr S ga ikut dalam misi perjalanan ke timur ini karena mama lg sakit. Dan lo malah pergi, D, di saat mertua lo sakit? Mantu macem apa lo?! 😅

Ceritanya tadi kami sampe di Pwt sekitar jam 5an, kayanya malah udh hmpir jam setengah 6. Langit masih gelap pas kami parkir di pombensin setelah Pasar Karanglewas untuk mampir solat subuh. Solat subuh yang nikmaaaaat.... Udara subhanallah sejuk banget dan badan segar karena emang sepanjang jalan gue (capek pake kata 'saya' hehe) banyakan tidur. Padahal posisi duduk di samping pak kusir eh sopir yang sedang bekerja. Tapi sopirnya, si N, ikhlas kok. Hehe

Rampung solat kita lanjut jalan. Tujuan pertama kami adalah ke kontrakannya si N. Lokasinya deket-deket kampus Unsoed. Dan ini adalah bagian dari misi yang sempet disebut di awal tadi. Karena misi kami adalaaah... jreng jreng jreng bantuin si N pindahan rumah kontrakan.

Nah, dalam perjalanan dari Karanglewas sampe kontrakan tsb, kita nyetel radio mobil. Tiba-tiba gue inget sesuatu. Soman!

Yang belum tau Soman itu apa, saya kasih petunjuk sedikit. Soman adalah suatu obat tradisional.

Bukan bukan.. gue bukan pengguna itu Soman atau marketingnya atau apanya lah. Hanya saja Soman ini sudah selalu menjadi teman perjalanan mudik keluarga kami selama bertahun-tahun. Bukan barangnya, tapi iklannya. Ini iklan cuma bisa kami denger kalo lagi ngetan begini.

Maka pas radio nyala gue langsung berseru lantang "Soman! Kangen iklan Soman nih" 😁

Ternyata iklan pertama yang kami dengar adalah iklan obat tetes mata. Si pengiklan mengklaim obat tersebut bisa untuk mengobati penyakit-penyakit mata, salah satunya adalah katarak. Obat ini disebut terbuat dari mikroba dan heksagon 😕 ga ngerti deh mikroba apa dan apa pula heksagon itu.

Tapi iklan itu menarik perhatian ibu yang memang punya bakat katarak. "Boleh tuh beli obatnya"

Namun kemudian si pengiklan mentebut "Prim*netr* tidak dijual di apotek" si N langsung komen "lah katanya obat?!" Si pengiklan melanjutkan "dapatkan Prim*netr* di warung bakso dan mie ayam Xxxx (gue lupa namanya apa). Dan kita langsung "what?!" Dan ngakak berjamaah.

Purwokerto, 16 Juli 2016

Kamis, 14 Juli 2016

Cats

i always want cats.
i swore to my self once i live in my own house, I'll share the house with some cats.

but then, after i married my husband, i found out that he doesnt like any furry animals.
i've tried so many ways to make him does.

i showed sooo many funny kitten videos.
i told soooo many epic stories about the relationship between cat and its owner.
i did like eeevrything.
but he still doesnt want any cat T_T

then i realized something; i can pet him. and he's also purring while sleeping. that's more than enough. muehehhee

Kamis, 26 Mei 2016

Cuma manusia biasa

Hmm...
Sedang merasa berada di posisi yang gak enak. Merasa sudah berusaha menjadi orang yang baik namun masih ada aja orang-orang yg melempar sinyal kebencian. Yah ga seekstrim hatersnya Marshanda atau Syahrini sih, hehehhe.

Jadi membatin, apa yang salah? Pernah kah gw merugikan atau menyakiti mereka? Kudu introspeksi sedalam-dalamnya nih... Hmm...

Sebenernya cuma pengin hidup yang singkat ini dilalui dgn kebaikan. Ga mau punya masalah dgn siapapun. Wajar kan ya?

Tapi ya sudahlah. Kalo dipikir-pikir lagi, gw jg punya beberapa orang dlm lingkaran gw yg gak gw suka. Dan masih berusaha keras utk gak suka pada sikapnya aja, bukan pada orangnya.

Jadi, wajar juga ya kalo ada orang yang ga suka sama gue? Hehehe

Tapi kembali lagi, kalo pas lagi sensitif ni hati, trus merasa diberi sorot pandang kebencian, atau diacuhkan, atau apa lah yg mengindikasikan pada ketidaksukaan, agak-agak kebawa pikiran juga jadinya. Lemah banget ya gue. Hehehe

Ya sudah lah. Cuma Allah yang bisa membolak-balikkan hati. Lah kita mah apa atuh? Tetep berusaha aja untuk menjadi orang yang baik.

Kan masih ada orang-orang yg cinta sama kita. Buat apa sih mikirin yang ga suka sama kita?

Hehehe

Rabu, 25 Mei 2016

Selamat Pagiiiiii

Hai hai selamat pagiii...
Jam di laptop menunjukkan pukul 06.08 pagi.
Salam hangat dari gueyang udah mendarat di sekolah sejak 5:49 tadi.

Wuihhh...

Sungguh ini adalah suatu PRESTASI!!

Tiba-tiba jadi merasa hebat gitu deh bisa mendarat mulus di sekolah sepagi ini. Muahahaha

Gue jadi bisa mengamati kegiatan OB di sekolah dengan sangat seksama. Biasanya kan terburu-buru menuju kelas atau lab jadi boro-boro merhatiin mereka deh.

Gue juga jadi bisa mengamati bahwa ada juga ya anak (murid) gue yang jam 6 begini udah ada yang nyangking tas dan berjalan riang gembira menuju kelas. Bukan apa-apa, gue ni termasuk guru yang suka gregetan sama anak-anak yang telat masuk kelas. Apalagi kalo duluan gurunya ada di kelas. Sebab.. INI KAN SEKOLAH BERASRAMA!

Jadi, itu anak kudunya ga ada alasan buat telat donk. Doi gak kena macet, gak nungguin angkot, apalagi nyambung-nyambung angkot. Sementara kita-kita yang guru, bangun pagi-pagi, mandi, dandan cantik, tarik napas dalam, lalu berjibaku dengan macetnya ibukota demi bisa sampe di sekolah paling telat 6:30!

Maka, gak wajar donk kalo ada anak yang telat. Agree?

Well, ngomong-ngomong soal menerabas kemacetan, gue baru ngeh kalo berangkat 5:30 dari rumah maka perjuangan untuk bersabar atas kesmerawutan jalanan yang gue lalui bakal lebih besar. Pondok Gede, meeeen!! Itu pasar ya, udah disediain tempat berjualan di dalam pasar. Masih lah ada pasar tumpah dan itu tumpahnya semrawut! Ada tuh ya yang jualan di sisi jalan raya sampe 3 shaff!! Bayangin aja deh ndiri itu lebar sisi jalan yang kepake. Itu baru di sisi kiri, di sisi kanan ada lagi buuu... Ditambah banyaknya gerobak sayur yang berjejer mengisi muatan mereka. Gak satu dua itu mah, belasan mungkin. Tambah sempit kan itu jalanan? Udah gitu, itu jalanan kan sudah dibuat satu arah. Namun pada prakteknya, itu buanyak buanget  yang ngelawan arus. Dari sepeda, motor, bahkan becak, dan tentu saja itu gerobak-gerobak sayur. Di jalanan yang super padat itu, dan kondisi kanan-kiri yang semrawut, serta berkali-kali papasan sama pada pengguna jalan yang melawan arus, tanpa adanya polisi atau petugas berwenang yang menertibkan, saya jadi merasa berada di tempat yang TIDAK PUNYA PEMERINTAHAN!

Sorry to say. But that's exactly what I feel.

Mau tau yang lebih miris? Itu pasar lokasinya teramat sangat amat dekat dengan polsek, kantor kelurahan, dan kantor kecamatan. Entah mereka tutup mata atau dapet upeti atau bagaimana. Nah kan jadi suusdzon gue. Heuuuh...

Ya sudah lah. Cuma bisa berusaha untuk berbuat baik dari diri sendiri, mengajak keluarga berbuat baik, dan orang-orang sekitar. Sisanya, mari berdoa semoga negeri kita tercinta ini menjadi lebih aman nyaman untuk semua warganya. Aamiiiiiin....

Selamat pagi dan selamat beraktifitas :)

Senin, 23 Mei 2016

A New Experience for Me :)

Yakin aja bahwa Allah ga akan menguji hambaNya melebihi kemampuan si hamba tersebut.
Keyakinan itu pula yang bikin saya PD aja ketika diberi pekerjaan baru di sekolah: ngurusin ujian Cambridge a.k.a Exam Officer.

Well, secara hitam di atas putih, sebenernya saya itu "cuma" dapet jatah menjadi CIE (Cambridge International Examination) Direct Administrator. Alias orang yang punya akses untuk ngurusin pendaftaran peserta ujian. Sementara exam officernya adalah Pak Jae. But he's kinda very busy with the other things; jadi wakasek kurikulum (di sekolah yang menggunakan 3 kurikulum begini, pasti dia banyak pusingnya. hehehe), ngurusin pelatihan OSN untuk kontingen Jakarta, dll dsb.
Di sekolah lain, biasanya, exam officer dan CIE direct administrator itu adalah orang yang sama. Tapi tidak untuk sekolah kami ini. Pastinya sih Ibu Kepsek punya pertimbangan lain yaa...

Masalahnya adalah saya belum pernah ikut training exam officer. Sebenernya beberapa pekan sebelum diberi kerjaan exam officer ini, ada conference (mungkin training juga) untuk exam officers. Saya tau dari temen baik saya, Ms Wiwik tercintah, yang juga jadi eo di sekolah lain. Bahkan ketika saya cerita tentang kerjaan baru ini, dia bilang "Yah, Di, kalo gitu kenapa ga ikutan conference yang kemarin?!" Yahhh... Manakutauuuu...

Jadi, berjalan lah yang harus berjalan. Saya mengandalkan kemampuan yang sudah diasah semenjak saya TK: membaca. Toh ada handbook. Ada temen tempat bertanya ini dan itu. Dan ada tim Admin Cambridge yang wow banget cepetnya dalam merespon pertanyaan kita. Termasuk Ms Dian, yang belakangan saya tau bahwa beliau menjabat sebagai Senior Manager.

Kebetulan sejak awal pegang ini kerjaan, sudah ada sebuah sekolah di daerah Bekasi yang berminat untuk ikutan exam di sekolah kami. Jadi private candidate gitu. Sementara saya cek status sekolah kami belum menjadi sekolah yang menerima private candidate. Saya bicarakan ini dengan para petinggi di sekolah. Sempat ada keputusan bahwa para private candidates tersebut kita aku aja sebagai murid kita, buka sbg private candidate. Tapi kemudian sisi perfeksionis saya merasa tidak tenang dengan kondisi tsb. Maka saya coba konsul ke Ms Dian, dan diarahkan untuk email ke pihak Cambridge untuk merubah status tersebut. Dan voila!! Dalam dua hari status kami sudah dirubah. prok prok prok

Dan akhrinya karena perubahan status tersebut, kami berhasil dapat 39 private candidates! Alhamdulillah.. semuanya atas kemudahan dari Allah :)

Tapi kemudian masalah datang. Salah satu private candidate kami sakit. Diagnosanya adalah gejala DB dan itu anak sudah dirawat beberapa hari di rumah sakit. Trus gimana examnya? Duh puyeng. Tapi terus buka handbook. Ternyata ada form yang bisa diisi oleh eo untuk meminta ijin melaksanakan ujian di alternative venue. Cuma, masalahnya, itu surat ada deadline pengirimannya which was sebulan sebelum si anak sakit. Well, ga ada kan ya yang sakitnya direncanakan? Maka kembali saya konsul sama Miss Dian. Kembali mendapatkan respon yang cepet: gapapa isi aja formnya, kirim melalui email. So, I did that. Waktu itu sudah sore, waktu indonesia bagian bambu apus, Saya baru sempet ngerjain emailnya pas anak-anak udah pulang sekolah. Surprisingly, ijin untuk menggunakan alternative venue sudah ada di email saya besok paginya pas saya cek email. Keren deh pelayanannya! prok prok prok

Lalu kemarin siang, ketika papasan dengan bu Ayu (rekan sesama pengajar) disampaikan bahwa ada perminataan dari ibu kepsek untuk mengurus surat keterangan dari Cambridge. Surat ini, katanya, akan dibutuhkan untuk mengurus status sekolah supaya menjadi sekolah dengan kerja sama luar negeri. Saat dibilangin gitu sih saya cuma bengong-bengong aja. Hahaha. Gak begitu ngeh maksudnya gimana. Trus, ya sudahlah, karena masih ada urusan lain, belum langsung dikerjakan. Sorenya, sepulang sekolah, ada 2 anank murid yang karena kemarin-kemarin sibuk pelatihan olimpiade, maka minta susulan untuk ulangan mereka yang masih kosong nilainya. Sambil nungguin mereka ngerjain ulangannya, saya email miss Dian lagi. Begiu email terkirim saya langsung tutup laptop. Saat itu sudah di atas office hour pada umumnya di Jakarta, jadi saya pikir email saya paling baru dibalas besok.

Jreng jreng.. tiba-tiba ada wasap dari Ms Dian. Menanggapi email saya tersebut. Beliau bilang akan membantu mengurus surat yang kami butuhkan. Beliau juga meminta data kami. Saya bilang, "Wow I'm so suprise that you response my email this fast!". Hahaha.. Ternyata saya masih kebiasaan pola di negeri tercinta ini, yang kalo ngurus apa-apa biasanya lama. Hehehe

Kemudian saya sempatkan solat maghrib di masjid sekolah. Selesai solat langsung capcus pulang. Dari sekolah ke rumah kira-kira butuh 30 menit dengan sepeda motor dekil saya. Sampai di rumah, Mr S tercinta nawarin masakin air hangat untuk mandi. So lovely. Maka sambil nunggu itu air panas, saya cek email.

Jreng jreng.. Surat yang saya minta sudah ada di email saya!!

Gile bener daaaah..........

Yang kaya gini nih yang harus dicontoh sama birokrasi di negara kita. Semoga, ya, suatu hari nanti.. Aamiiiin...

Jadi kesimpulannya, so far so good, lah. Kemampuan membaca saya benar-benar bermanfaat. Bahasa inggris saya yang pas-pasan yah cukuplah membantu. Hihi.. Tinggal deg-deg-annya menunggu inspeksi dari Cambridgenya nih. Biasanya pas exam ada inspeksi. Tempatnya Ms Wiwik sudah dapat inspeksi. Begitu dengar kabar sekolahnya sudah dapat inspeksi, malamnya saya telpon itu orang dan kita ngobrol sampe satu jam! Terimakasih telkomsel atas paket talk mania-nya. Sangat membantu. Hehehe..

Still six exams to go.. Semoga Allah terus memberikan kemudahan pada kami untuk menyelesaikan ini semua.

Semangat!!

Kamis, 17 Maret 2016

A Story from Our Second Anniversary

Catatan dari 21 Feb 2016
=====================

21 Februari 2016 - 21 Februari 2014 = 2 tahun
2 tahun!!

Bohong banget kalo bilang "gak berasa". hahaha
It does BERASA!
Penuh rasa... alhamdulillah 'ala kulli haal :D

Kenalan. Gak lama kemudian bikin komitmen. Gak lama kemudian lamaran. Gak lama kemudian jejer di pelaminan. Semoga selama-lamanya bersama. Aamiiiin...

2 tahun yang penuh pengalaman baru. 2 tahun yang penuh pembelajaran. 2 tahun yang penuh barokah, insya allah... :')

Ini bukan perayaan. Hanya sekedar mengenang kebersamaan yang baru dimulai. Iya, ini kan baru permulaan. Hidup masih berdua doank. 

Sedikit kisah ttg bagaimana kami menandai "hari jadi" kami.

Jadi sejak beberapa hari sblmnya sudah request sama Mr S untuk dinner berdua di luar. Ga musti mahal, yang penting berdua-makan-di-luar. Jadi lah benerapa nama resto dosebut sebagai calon tempat kami dinner. Yang deket-deket rumah aja sih. Hehehe.

Ada kesebut bebek kaleyo, WS, resto 99 yang sebrang matahari pondok gede, makan mie aceh, dll dsb. Agak-agak mengikuti hawa nafsu sih jadinya. Hahaha #astaghfirullah

Namun yang terjadi berikutnya adalah... saia sangat ingin makan di WS. Dan itu kriuknya tepung stake dibalur hangatnya kuah ala WS kaya udah nyentuh lidah dan menari-nari di kepala. Semakin besar lah keinginan tsb.

Maka, di tanggal 21 itu, kami sepakat untuk langsung keluar rumah bada solat maghrib. Bukan apa-apa, itu kebetulan bangef tgl 21 feb 2016 adalah hari minggu. Biasanya WS penuh dan harus antre. 

Ndilalah... pas mau keluar disuruh beli mie goreng 99 dulu sama de papih dan de mamih. Jadi lah Mr S akhirnya beliin mie sambil nggerutu "kenapa gak dari tadi sih?", yang saya redam dengan "ga boleh gitu sama ortu". Bisanya cuma gitu doank saia. Soalnya agak bete juga. Tapi tau diri kalo ga boleh bete gitu.
 Akhirnya si bete dilampiaskan pada setting hati "yah terima aja lah, namanya hidup masih numpang, pun ini numpang bukan atas kemauan sendiri". Hehehe

Akhirnya kami baru bisa keluar setelah itu. Dengan mengendarai si biru, kami meluncur ke WS. Dan.... PENUH! Waiting listnya panjang. Muka gue langsung dilipet-lipet. Rasanya seperti patah hati soalnya, bung! 

Akhirnya balik nunggangin si biru. Membelah jatiwaringin dari ujung ke ujung. Daftar tempat makan lain yang senpet kesebut tiba-tiba menjadi tidak memikat. Gini nih klo di kepala itu steak ala ala udah menari-nari, susah utk digantikan dgn menu lain. 

Sepanjang jalan itu tak hentinya Mr S menawarkan utk makan di setiap tempat makan yg kita lalu. Dan jawaban gue cuma satu: gak mau. Lantas setelah berkali-kali mendapat jawaban tsb mungkin Mr S jd mikir gini kali ya: bini gue kayanya lg pengen banget WS, percuma diajak ke tempat lain juga.

Dan akhirnya sang pengemudi si Biru memutuskan "kita balik aja deh ke WS, gapapa antre".

Dan kita pun beneran balik ke WS. Cuma, karena masih patah hati sama tu tempat makan, gue ga mau masuk duluan buat ngecek tenpat atau daftar untuk waiting list. Gue suruh Mr S yang masuk. 

Ga seberapa lama, Mr S keluar lagi sambil bilang "ada tempat kok, yuk!" What? Serius? Bukannya itu masih banyak orang yg antre di waiting list?

Dengan pikiran yang masih ga percaya kalo kita dapet tempat, gue ikutin aja tuh lakik gue masuk ke itu resto. Eh beneran lho kita dapet meja yang kapasitasnya utk 2 orang di deretan paling depan (deket kasir). Rejeki...Eh tapi ternyata emang waiting listnya udah ga panjang sih. Kalo ga salah ada beberapa orang yg duduk antre, tp mungkin karena rombongan mereka lebih dari 2 orang maka ga mau di meja kami itu. Beberapa orang lainnya yg duduk di sekitar tempat waiting list adalah orang-orang yang membeli makanan di situ untuk dibungkus. Bahasa kerennya take away. Termasuk seorang driver gojek yang terlihat gelisah dan bolak balik tanya ke pelayan soalnya pesenan dia belom jadi-jadi. Mungkin doi nyesel terima itu pesenan dr costumer. Daripada nunggu lama di WS kan bisa dapet 2 atau 3 penumpang jarak dekat. Hehehe

Kembali ke meja kami. Setelah duduk manis, kami panggil pelayan resto utk mesen makanan. Tapi, well, resto penuh, so mereka sibuk. Butuh sedikit kesabaran untuk bisa sampai memesan makanan. Dan kesabaran tambahan demi menerima ucapan "yang itu habis pak/bu" atas pilihan menu yang kami buat. Hiks.. 

Akhirnya cuma bisa pesen sirloin stake 2 porsi sama orange float 2.... Ya udah gapapa. Masih sukur ada menu yang masih bisa dipesen. Hehehe

Sambil menunggu makanan datang, kami ngobrol. Gue berusaha keras untuk menghapus ke-bete-an yang sedari td menimpa bertubi-tubi (halah lebay deh!)

Kisah malam itu pun ditutup dengan perut yang alhamdulillah kenyang. Dan seperti biasa, perut kenyang adalah sumber kebahagiaan. So it's all happy ended :)

Happy anniversary for both of us. 
Waiting for more years to be with you, mas.
Waiting for our baby(s) to come also :)

I am happy 







Minggu, 13 Maret 2016

Cerita Masih Berlanjut

Dasar pelupa deh.. Jangankan lupa punya blog, orang kadang-kadang malah lupa kalo udah punya suami *lol*

Gimana kabar pembaca? Semoga langgeng-langgeng aja sama pasangannya. Yang jomblo semoga cepet nikah. Hehehe *ditimpuk sendal deh*

Kabar kami di sini masih seperti biasa: alhamdulillah harmonis *blushed*

Lama ga nongol di mari, padahal banyak cerita yg belum diabadikan di sini. Setelah 2 tahun bersama.... Eh iya loh, kita bulan lalu anniversary ke 2! Yipppiieeee... <3 <3 <3

Kapan-kapan lah yah saia ngocehnya. Sekarang sedang menunggu Mr S rampung ngajar. Abis ini mau ngapelin dr Femmy di RS Hermina Galaxy. Bismillah yah, kami mau meningkatkan potensi untuk keberhasilan konsepsi *halah bahasanya* :p Mudah-mudahan berjodoh dan cocok dengan dokternya. Ini bakalan jadi pertemuan perdana kami soalnya. Minggu lalu pas kite ke sana, dokternya majuin jadwal prakter so pas kita dateng, beliau udah pulang. Jadi lah minggu lalu cuma ndaftarin diri untuk ketemu hari ini.

Pokoknya cerita kami belum selesai! ;)