Sabtu, 02 Mei 2015

Caru Uang itu Susah, Nak! #part2

Ga nyangka bakal ada #part2-nya ini cerita. Subhanallah..

*sambil ngelus dada*

Yah, namanya juga pelaku usaha level pemula. Apalagi mampunya hanya sebagai marketer alias penjual alias distributor alias reseller. Bukan level cukong. Masih banyak yang harus dipelajari. Dari mulai belajar berani menemukan peluang, belajar berani ambil resiko, belajar berkomunikasi dan menjaga hubungan baik dgn orang, belajar melihat pasar, bla bla bla, sampe belajar untuk ikhlas saat mengalami ketidakberuntungan. Alias tekor.

Ceritanya hari ini saya dapat pesanan sprei lumayan banyak untuk level pemula seperti saya: 50 biji lebih. Spreinya polos tapi sarung bantalnya berkuping merah *langsung bayangin kuping dijerwer*.

Tapi deathline yg diberikan adalah 5 hari. Yang kemudian -nanti saja lah saya ceritakan di bagian bawah- malah berubah bukan 5 hari.

Sampe batas ini saya masih agak optimis bahwa saya bisa mengusahakan memeras semua keberanian saya keluar. Selesai upacara, karena kebetulan ini adalah hardiknas, saya kontak supplier dan produsen sprei yg dapat saya temukan di facebook. Sialnya ga ada yg langsung merespon.

Saya kontak terus produsen lain. Bahkan saya libatkan pacarnya teman saya yg kebetulan mahasiswa tata busana di salah satu kampus negeri di jakarta.

Saat angkot yang saya tumpangi sampai area tamini square, ada 2 orang yg merespon saya; seorang produsen di condet dan anak tata busana itu.

Saya bilang sama mereka bahwa saya minta penawaran harga dulu. Saya mau pilih yg paling murah. Tentu lah, ini kan lahan bisnis saya.

Suami saya hubungi utk pulang cepat supaya bs nemenin saya ke supplier langganan kami. Beliau memproduksi sprei sendiri di workshopnya.

Semua kelihatan memiliki peluang cerah saat itu. Sekecil-kecilnya untung, saya pikir, saya bisa lah dapat 500rb. Mudah-mudahan bisa lebih. Membayangkan uang segitu saja saya sudah semangat membara.

Sampai lah di bagian telepon menelepon pihak pemesan. Duar!! Kepala saya mau pecah saat tau bahwa budget mereka hanya sebesar X rupiah/set sprei. Dengan deathline yang diralat menjadi hanya 4 hari. Double Duarr!! EMPAT HARI DENGAN BUDGET MINIM BEGITU?? Dan disain yg pake urusan sambung-sambung bahan segala karena ada perbedaan warna.

Nego saya alot dgn supplier saya karena beliau udah ga bisa kasih kortingan lagi. Lebih alot lagi saat berurusan dgn pihak bos-nya pemesan yang irit banget. Saking iritnya nambah 10rb aja susahnya minta ampun. Padahal ini yg dipesan bukan sprei polosan.

Total saya ada di tempat supplier selama sekitar 3 jam. Suami yang nemenin udah pasang muka kesal.

Lalu bagaimana?

Entah apa yg terjadi sama saya sehingga saya merasa ga enak kalo transaksi dg supplier saya dibatalkan. Saya tidak ingin merusak hubungan baik dan membuat waktu sudah keburu terbuang jadi benar-benar terbuang sia-sia. Waktu yg sebenernya bs beliau pake untuk hal lain.

Pada akhirnya transaksk terjadi. Berapa untung yg saya peroleh utk berjam-jam waktu saya yg terbuang itu? 0. Iya NOL.

Hhhh.. Pada akhirnya yg berperan adalah rasa ga enak saya pada pihak produsen dan pemesan. Juga rasa tanggung jawab saya yg udah menyanggupi objekan ini.

Semoga kita bisa ikhlas. Kata pak ustadz yamng mengisi tausiyah di masjid Pondok Indah beberapa waktu silam kan "ikhlas itu pamrih kepada Allah".

Aku pun saat ini merasa betapa bodohnya aku. Betapa tidak terasahnya kemampuan komunikasi dan perhitungan bisnisku. Ada pula bumbu penyesalan. Ah, harusnya tadi aku tolak saja orderan itu. Aku jadi gak pusing kan. Dan lelakiku tidak menjadi kecewa. Iya, aku menangkap kekecewaan dari wajahnya.

Mari, bang, kita harap Allah akan memberi rezeki yang lebih banyak dari pintuNya yg lain.

Kita berharap kepadaNya untuk kebaikan atas pertolongan yg kita berikan kepada pihak pemesan karena telah mengurus pesanan mereka.

Karena biar bagaimana pun, pihak pemesan adalah kantorku sendiri.

===o0o===

Ini bukan kerugian besar kok. Banyak pelaku bisnis lain yang mengalami kerugian lebih besar dari aku ini.

Ini kesempatan untukku yang sedang belajar. Semoga aku naik kelas :)

Susah, ya, nak, cari uang itu.. :'D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar