Jumat, 08 Mei 2015

Terimakasih, Aira

Catatan ini tersimpan sebagai draft. Entah mengapa tdk terpublish.

====

Ada cerita yg masih kusimpan. Menunggu hasil kontrol ke dokter awal pekan depan.

Tapi cerita yg satu ini.. gak mau dikerangkeng dalam kepala. Ga bisa ditahan.

Ini tentang mimpiku, nazarku, dan Aira-ku..

Saat mulai mengalami telat haid, aku bernazar; kalo positif aku mau qurban atas nama suamiku. Dan benar, positif. Aku laksanakan nazarku, dgn menitipkan uang qurbannya pada suatu lembaga sosial.

Lalu aku keguguran. Ya sudah lah, nazar sudah dibayar. Ikhlaskan saja, batinku. Walaupu idul qurban masih beberapa hari lagi.

Dan hari ini, idul qurban. Sebagian umat muslim indonesia malah sudah melaksanakan idul qurban kemarin. Entah qurban titipannya dipotong hari ini atau kemarin.

Tapi yang jelas aku mimpi indah sekali semalam. Seorang gadis kecil bernama Aira bermanja padaku. Wajahnya sangat mirip dgn Mr Sigit. Bahkan Aira kecil ini punya tahilalat yg sama posisinya dgn Mr S..

Aira.. Aku merasa, dia anakku. Anak kami.. :')

Thank you for coming to my dream, Aira :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar